Tampilkan postingan dengan label renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label renungan. Tampilkan semua postingan

22 Mei 2009

Impian lama

Malam-malam begini, otak malah terus berputar, sehabis tertidur tadi. Dari pada tidak bisa tidur, saya buka-buka lemari yang berisi buku yang pernah saya beli. Ada satu lemari kecil di rumah yang isinya buku-buku bermacam-macam (little library). Dari buku-buku yang membahas ilmu hidup (tuntunan hidup muslim), juga ilmu-ilmu bisnis dan marketing.

Setelah bongkar-bongkar buku untuk mencari yang ingin saya baca di malam-malam gini. Mata saya tertumbuk pada buku kecil ukuran 3 X 4 cm. Cukup Kecil untuk nyelip di tengah-tengah buku lain. Penasaran saya tarik, dan judulnya mengingatkan saya akan sesuatu hal yang masih saya impikan sampai sekarang. Dan impian itu sudah lama, dimana untuk mewujudkan impian itu termasuk membeli buku ini. Sayang tidak ada tulisan saya yang menuliskan tanggal kapan saya membeli buku ini. Tapi dari penerbitan mengacu tanggal 1 september 1998. Pada bulan dan tahun itu, memang saya sedang merintis jalan untuk bisa menabung, dan pergi ke impian saya tersebut. Tapi entah kenapa dahulu, sehingga impian itu menggantung begitu lama.

Buku ini simpel judulnya yaitu "Doa-doa Ibadah Haji". Ya itulah impian saya sejak dahulu. Berhaji dan tidak ingin melepaskan tiap bagian haji dengan tuntunan doa, jadi saya beli buku ini untuk bisa berdoa disana. Buku ini lengkap untuk tiap rukun haji ada doa-doan tersendiri, doa pada saat sehabis sholat sunah di dekat maqam ibrahim, ziarah di makam Nabi S.A.W, bahkan doa setelah tiba di tanah air kembali, dan pada saat menerima tamu sepulang Haji, Allahu Akbar.

Ayah saya berhaji pada saat umur beliau 38 tahun dan Ibu umur 30 tahun. Dan saat ini ketika umur saya sudah mendekati umur ayah saya. Impian ini masih belum terwujud juga. Dahulu saya berniat, Saya bisa berhaji dengan keluarga tidak melebihi umur Ayah Saya. Subhanallah ketika umur mendekati Ayah saya saat ini, Saya seperti di ingatkan kembali oleh Allah S.W.T dengan menarik buku ini dari my little library, sekali lagi tangan Allah menuntun saya untuk meneruskan impian lama ini.

Ya Allah doa'ku di hadapan-MU dengan cara-Mu yang aku tidak bisa mengerti, kabulkanlah impianku ini ya Allah, untuk bisa memenuhi panggilanmu, seperti niatku dahulu. Kau-lah yang Maha Tahu dan Maha Pemberi Rizki dari arah yang tidak terduga. Hanya Engkau-lah yang bisa menyelami hati dan pikiranku ini Ya Robbi. Berikanlah petunjuk dan ilham untuk menjemput rizki-MU agar bisa ber-Hajj dalam rumah-Mu. Amiiinnn

Bengong

Awalnya ingin menulis di blog tentang "Business Wisdom", ide itu muncul tiba-tiba setelah selasa malam kemarin mengikuti training dengan Pak Andri Marjoni. Seorang pengusaha sukses Cikarang yang mau membagi ilmunya untuk pengusaha dan calon pengusaha. Dimulai dari lingkungan teman-teman dan tetangganya agar bisa sukses, seperti yang di alami oleh beliau.

Tapi karena mengambil judul yang memerlukan data-data pendukung yang valid, bukannya terus mengetik tulisan, malah jadi bengong. Selama setengah jam bingung mau dimulai darimana ini tulisan. Akhirnya klak-klik dan browsing sana-sini tanpa menghasilkan tulisan satu kalimatpun.

Sinergi otak dan tangan tidak cepat, dan saling mendukung. Hal ini malah mengingatkan perkataan Pak Andri waktu itu, kalau kita sering-sering menulis. Secara berangsur-angsur tulisan kita akan terserap oleh otak kecil kita dan masuk kedalam bawah sadar kita.

Misalkan kita ingin bisa bermanfaat bagi orang lain, maka jika kita tuliskan hal ini dalam sebuah tulisan, dan melafalkannya setiap saat (baca : berdoa). Insya Allah sebuah kekuatan yang selama ini kita tidak pernah bayangkan, akan muncul dan mengabulkan doa kita, untuk menjadi bermanfaat bagi orang lain. Dan kekuatan itu datangnya tanpa di sangka-sangka. Itulah kebenaran janji Allah S.W.T yang berkata dalam firman-firman-Nya (Maaf kutipan qur'an suratnya saya tidak hapal).

Jadi kita jangan pernah menyepelekan doa-doa kita, karena merasa doa kita belum pernah dikabulkan, sehingga kita malas berdoa kepada Allah S.W.T. Lihat kalimat tulisan ini sebelumnya. Ada kata belum dikabulkan, bukan berarti tidak di kabulkan, bisa jadi Allah Sedang menguji kita, atau doa kita belum ikhlas, atau ada hal yang bisa di sebut energi negatif dari diri kita belum semua terbalas ke kita. Sehingga simpanan energi positif kita masih belum cair (kubik leadership by Ustadz Jamil Azzaini).

Subhanallah dalam kebengongan ini, mengalir tulisan-tulisan yang sedikit menggugah saya sendiri untuk lebih ikhlas, dan lebih semangat lagi untuk berdoa. Karena tiba-tiba simpul-simpul otak terus memunculkan pengalaman-pengalaman masa lalu yang sering kita bilang 'keajaiban', ketika kita dilanda suatu musibah atau kesusahan, setelah kita berdoa dengan ikhlas dan memohon dengan air mata taubah, tiba-tiba musibah dan kesusahan itu menjadi ringan dan sangat ringan. Semua itu barokah Allah S.W.T robbil 'alamin.

Waktu terus bergulir dan niat berdoa mengalir, seperti padi yang telah berbulir, merundukkan diri keharibaan Illahi Robbi.

"Allaahumma baarik lanaa fii maa razaqtanaa wa qinaa 'adzaaban naar"